Selasa, 03 November 2009


CEMARA-CEMARA TROPIS





Desain Cantik Untuk Rumah Panggung


Sebagai konsultan desain arsitektur : Raden Adi Prawira

Nenek moyang bangsa Indonesia biasa beternak dibawah rumah panggungnya, kita bisa memodifikasikan menjadi kolam ikan,ikan juga bertujuan agar tidak ada nyamuk yang berkembang biak, yang di hiasi teratai ungu, putih, dan merah muda, ditambahkan bunga lotus di sisi-sisi kolam. Sisi-sisi terluar kolam sebaiknya diberi batuan kali warna-warni putih dan coklat, agar menambah indah kolam ikan di bawah rumah panggung dan menjaga tanah tidak tergenang air dari kolam ikan.

Dapur pada rumah panggung sebaiknya di bangun dibawah rumah panggung bersebelahan dengan kolam ikan, ini juga mencegah terjadinya kebakaran, sebab rumah kayu rawan terjadi kebakaran.

Kamar mandi sebaiknya di bangun bersebelahan dengan kolam ikan dan dapur, untuk mempermudah lancarnya pembuangan airnya.

Kita juga bisa meletakkan binatang kesayangan kita asal bukan untuk peternakan agar tidak terjadi bau yang tidak sedap masuk kedalam rumah kayu dikarenakan lantai kayu biasanya berlubang-lubang, misalnya ayam hias, sekedar untuk mendengar kokoh ayam jantannya.

Pemeliharaan rumah panggung yang berbahan kayu tidak serumit yang kita bayangkan, cukuplah kita politur dinding dan lantainya agar tahan dari terik matahari , tahan air, tidak berjamur, dan lebih berkilat. Bahan lantai dan kaki-kaki penyangga rumah panggung sebaiknya dari kayu ulin atau kayu besi, dindingnya boleh menggunakan kayu jati. Sebelum dibangun sekitar atau sekeliling lahan/tanah bangunan di tebar kapur agar terhindar dari semut dan rayap, disekeliling/sudut-sudut rumah juga diberi kapur agar terhindar dari serangga pemakan kayu, menjaga tetap kering dan tidak lembab.

Jadikan rumah panggung kayu yang cantik, bersih, dan tetap terjaga kesehatannya. Sambil melestarikan budaya bangsa Indonesia, agar menjadi anak bangsa yang mempunyai kepribadian.
TANAMAN PALM,TANAMAN TROPIS YANG INDAH








Kembali Ke Rumah Indonesia Asli, Sesuai dengan Iklim Tropis dan Anti Gempa
Nenek moyang bangsa Indonesia membangun rumah pada umumnya berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu jati, bambu tua yang panjang di buat anyaman yang sering disebut gedek, dan rotan. Contohnya : rumah gadang dari Sumatra, rumah panjang dari Kalimantan, rumah joglo dari Jawa, dan lain-lainnya.
Nenek moyang bangsa Indonesia lebih mengetahui kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis, ditumbuhi subur pohon berkambium dan banyak binatang buas.
Yang terpenting lagi, nenek moyang bangsa Indonesia lebih berpengalaman tentang kondisi alam Indonesia yang rawan gempa.
Mengapa kayu merupakan alternatif sebagai rumah tahan gempa? alasan terkuat adalah kayu merupakan bahan yang liat dan berelastisitasnya tinggi, ringan, dan mampu bertahan hingga ratusan tahun, misalnya kayu ulin atau biasa di sebut kayu besi, tahan cuaca tropis dan tahan dari binatang rayap pemakan kayu.
Rumah panggung merupakan rumah yang tahan gempa, mengapa? karena rumah panggung mempunyai titik-titik terkecil dalam penghantar gempa. Rumah panggung mempunyai kaki-kaki kayu yang menancap ketanah, jadi tidak semua lantai rumah menyentuh tanah.
Mengapa kita mencari rumah tahan gempa lainnya? nenek moyang bangsa Indonesia telah memberikan solusi terbaik. Belajarlah dari sejarah dan pengalaman.