CAT DAN TEKNIK PENGECATAN
Konsultan arsitektur : Raden Adi Prawira
Bahan dasar cat :
Water based, pelarut cat berupa air, contohnya cat tembok, catfurnitur, dan cat lukis.
Oil based, pelarutnya adalah minyak dan tidak bagus digunakan untuk alat rumah tangga, rumah hunian, contohnya cat otomotif.
Tampilan cat setelah pada obyek yang dicat :
Tampilan matt atau flat, matt dikenal juga istilah doff atau tidak memberikan efek kilap, lebih tahan hujan dan sinar matahari karena tidak mengandung film-former yaitu bahan kilap untuk cat, sebagai cat dasar pada dinding sebelum dicat dengan warna yang ditampilkan.
Tampilan eggshell, seperti namanya memiliki daya pantul cahaya lebih rendah dan mudah dibersihkan dibandingkan cat dengan tampilan matt.
Tampilan satin atau silk, biasanya digunakan untuk café, galeri, atau restoran, hasil catnya halus dan elegant.
Tampilan glossy, semi glossy tidak terlalu berkilat tapi cukup baik karena tidak mudah berkelupas dan mudah dibersihkan, high glossy tampilan amat mengkilap banyak disukai untuk hunian karena sangat awet, tahan cuaca, dan mudah dibersihkan.
Jenis cat :
Cat semprot, pylox, digunakan pada bidang yang dicat berdetail rumit misalnya ukiran kayu, gunakan masker dalam pengecatan karena kemungkinan besar cat yang disemprotkan akan mudah dihirup.
Cat akrilik, dapat dilarutkan dalam air lebih pekat, mudah dikeringkan dan mudah dihilangkan, tidak untuk permukaan yang luas, biasa digunakan di kanvas para seniman lukis.
Cat bubuk, biasanya beracun, digunakan untuk mencampurkan komposisi warna sebagai dasar pembuatan cat dinding.
Cat susu, campuran dari protein susu, kalsium, batu kapur, tanah liat, dan pigmen pewarna dari tumbuhan dan buah-buahan, tidak beracun, karena hasilnya sangat bagus dan mahal tidak disarankan untuk eksterior hanya digunakan untuk kayu mentah agar lebih indah.
Cat cair, cat yang pelarutnya air ataupun minyak, yang biasa digunakan sebagai cat tembok dan otomotif.
Teknik pengecatan :
Sebelum pengecatan dengan warna tampilan yang diinginkan, maka perlu di cat dengat cat dasar yang berwarna terang atau putih, agar warna yang ditampilkan nantinya lebih jelas.
Disarankan cat untuk pintu, jendela kayu, lantai dan genting dengan tampilan cat semiglossy atau glossy yang tahan cuaca dan hujan.
Disarankan dinding eksterior juga menggunakan semiglossy atau glossy, agar tahan cuaca dan awet.
Disarankan untuk dinding interior menggunakan tampilan satin atau silk, berkesan lebih tenang dan nyaman karena menyerap cahaya dengan baik.
Kesan dari teknik pengecatan :
Kesan memperendah langit-langit, pengecatan langit-langit dengan warna senada dengan warna dinding dan lantai tetapi lebih tua, misalnya langit-langit berwarna biru tua sedangkan lantai dan dinding berwarna biru muda.
Kesan mempertinggi langit-langit, pengecatan warna langit-langit lebih muda tetapi senada dengan dinding dan lantainya, misalnya langi-langir berwarna hijau muda sedangkan dinding dan lantainya berwarna hijau tua.
Kesan memperluas ruangan, dengan rumah yang minimalis disarankan menggunakan cat yang cerah dan muda, misalnya biru langit cerah, hijau daun muda, dan kuning muda.
Kesan mempersempit ruangan atau memperakrab ruangan, untuk rumah besar berlangit-langit tinggi dan tanpa dinding ruangan bersekat disarankan warna-warna yang romantic, seperti krem, abu-abu, ungu, dan merah bata.
Rabu, 17 Maret 2010
Kamis, 04 Maret 2010
Langganan:
Komentar (Atom)

